Ahad, 24 Julai 2016

Sepotong Kisah : Mimpi Sumber Kekuatan Jiwa




           
Bila hidup tanpa mimpi, dirimu hanya manusia yang tak bertuan.Kita hidup, tapi tak tahu kemana harus melangkah, kemana harus beranjak, apa yang harus dilakukan. Hidup seperti robot yang dikontrol oleh orang lain. Mimpi merupakan sumber kekuatan jiwa. Banyak cerita dan kisah nyata bahwa dari mimpilah seseorang itu menjadi insan yang luar biasa bahkan bisa bertahan hidup. Seorang yang divonis oleh dokter, usianya tidak akan lama lagi, karena penyakitnya tidak ada obatnya. Kenyataan berkata  lain, dia hidup lebih lama dari orang yang dinyatakan sehat sekalipun. Ada kekuatan dari dasar dirinya, dia ingin sembuh. Dia ingin hidup dan mau melukis mimpi di dunia ini.
            Ada lagi kisah seorang penulis ternama Pipiet Senja,  beliau mengidap penyakit bawahan leukemia, kanker sel darah putih.  Tak terhitung sudah berapa ribu kantong darah yang masuk ke tubuh beliau. Tak terhitung, sudah berapa kali dia keluar masuk ruang ICU. Sudah berapa kali dia divonis akan meninggal dunia. Tapi sampai dengan saat ini, di usia yang tidak lagi mudah sudah memasuki angka 60an, dia masih bertahan. Kau tahu, kenapa? Didalam jiwanya ada mimpi. Mimpi membuat jiwa menjadi kuat, bila jiwa kuat maka fisikpun akan mengimbangi. Beliaupun sampai sekarang masih tetap produktif dan aktif pada pasionnya yaitu menulis.
            Dengan mimpi, kau akan menjadi diri sendiri. Tak perlu menjadi orang lain hanya untuk selembar simpati. Tak perlu menjadi orang lain hanya untuk disukai. Dengan mimpi, kau memiliki passion dan dunia sendiri. Kau tahu apa yang harus dilakukan. Apa yang harus diperjuangkan. Dengan mimpi kau mengenal dirimu sehingga kau bisa hidup apa adanya.
            Jangan takut bermimpi, jangan hiraukan padangan keraguan, jangan pedulikan kata-kata orang. Yang perlu  dilakukan kau harus terus berjuang-berjuang dan berjuang. Sampai titik dimana kau tak pernah menyadari bahwa kau sedang berjuang, tapi sedang refresing. Satukanlah dirimu dengan mimpi, sehingga apapun yang terjadi, tak ada satu halpun yang bisa merengut mimpimu dari hidupmu.

Jumaat, 22 Julai 2016

Sepotong kisah : Menulis Mengabadikan Nama





Tak ada yang abadi didunia, semua akan pergi dan mati. Terkubur  dan menyatu bersama tanah. Tapi ada sebuah keabadian yaitu nama yang tertulis. Maksudnya nama yang tertulis adalah nama yang terkenang sepanjang waktu dan masa. Jazad boleh pergi, tapi sebuah nama tak akan pernah mati. Untuk membuat nama yang tertulis,tentu kita harus memiliki karya atau melakukan sesuatu misalnya menemukan sesuatu hal.
Penemu bola lampu, sampai sekarang namanya masih terdengar meski orangnya telah meninggal dunia ratusan tahun lalu. Penemu telpon, penemu computer dan penemu-penemu yang lai,  nama masih abadi dalam ingatan. Bila kita tidak telahir memiliki kecerdasan  seperti mereka miliki. Kita bisa mengabadikan nama kita lewat menulis. Kartini dikenang karena sebuah tulisan. Bunya hamka masih tetap diingat karena tulisan yang beliau lahirkan.
Menulis, salah satu cara mengabadikan nama meski jazad telah tiada. Menulislah apapun bentuknya selagi memiliki manfaat. Menulis dan menulis agar bisa mengabadikan lewat karya. Bila membaca adalah jendela dunia, maka menulis adalah cara melukis dunia.  Dengan menulis kau memiliki kanvas sendiri. Kau memiliki cara sendiri untuk melukis dunia, oleh sebagian orang hanya dipadang lewat mata tapi kau bisa menerjemakan lewat kata.
Abadikan namamu lewat goresan pena yang kau mainkan. Jadikan apa yang kau lakukan menjadi amal jariyah saat kau mati. Seperti kata pepatah penulis boleh mati tapi karya akan tetap hidup sepanjang masa. Semakin banyak orang yang terinsprasi terhadap karyamu, maka semakin besar pahalanya. Semoga apa yang kutuliskan kini dan nanti, menjadi ladang pahala untuk kini dan hari nanti. Semangat berkarya.

Rabu, 20 Julai 2016

Sepotong Kisah : Tempat Baru, Kau Akan Temukan Hal Baru dan Berbeda




           
Saat kau berpindah tempat, maka akan banyak hal baru yang kau temukan. Dari sebuah sudut engkau bisa menatap bahwa dunia sangat luas. Tidak selalu berisi kotak-kotak. Karena pada setiap tempat akan ada hal unik dan berbeda yang bisa kau temui, terkadang bikin kau takjub. Dari sana kau akan lebih mantap untuk melangkah.
            Awalnya mungkin akan muncul kebingungan, lalu kau mulai beradaptasi dengan segala situasi. Memulai membuka diri kembali dan memperkenalkan diri pada duniamu. Lalu memulai mengatur apa yang menjadi tujuan. Layak sebuah rumah baru, kau akan mengatur segala sesuatu dan mulai mengenali orang  sekilingmu.
            Di tempat baru, kau akan temukan hal unik-unik, baik cara berpikir, pola prilaku dan kebiasaan yang berbeda dari biasanya. Banyak pengalaman yang akan kau dapat dari sana. Banyak ilmu yang bisa kau pelajari. Tanpa kau sadari akan membentuk sebuah proses pendewasaan.
            Ditempat baru, membuat kau berubah dari zona nyaman menjadi zona tantangan. Kau akan memulai semua dari awal lagi, membangun sebuah rumah yang sedang kau tempati. Bisa jadi rumah itu akan menjadi kediamanmu selamanya, atau mungkin saja tidak. Meski sekali-kali engkau akan kembali kerumah lama,  tempat pertama kali kau dilahirkan ke dunia. Hanya untuk mengingat, mengenang dan melepaskan sebuah rindu.
            Di tempat baru, kau akan melebur menjadi satu. Orang tak perlu mengenal siapa dirimu. Disana bersama langkah-langkah yang lain, kau  memulai merajut sebuah mimpi. Biarlah dunia mengenalmu sebagaimana mereka mengenalmu di tempat baru. Tanpa perlu tahu indentitas jelasmu. Di tempat baru  yang hanya akan berisikan mimpi-mimpi.

Selasa, 19 Julai 2016

SEPOTONG KISAH :TETAPLAH ISTIQOMAH, DI JALAN ITU KAU DILAHIRKAN



Seperti kehidupan, kita tidak  akan pernah bisa melupakan tanah kelahiran. Sebuah tanah  pertama kali kita membuka mata dan menantap dunia. Disana semua itu berawal dari belajar merangkak sampai berdiri. Dari melukis mimpi sampai kita bisa mandiri. Kau tahu,  sejauh manapun kaki itu membawa kamu pergi. Tetap, disudut hatimu akan  ada rindu dengan kampung halaman. Ada kalanya engkau akan kembali pulang untuk melepas rindu, meski telah memiliki kehidupan sendiri di tempat yang baru. Kau tak akan pernah bisa menghapus jejak, bahwa disana engkau dilahirkan. Dalam darah ada sebuah aliran yang mengikat dirimu.
Tetaplah istiqomah, di jalan itu kau dilahirkan, sampai tumbuh menjadi pohon meski belum berbuah. Dari biji, lalu berkecambah, sampai akar menacap ke bumi dan daun-daun hijaupun bermunculan. Maka teruslah tumbuh tetap ingat darimana kau berasal. Jambu bangkok berasal dari bangkok,  apel malang berasal dari malang. Ada suatu yang melekat tak mungkin bisa kau lupakan  karena  telah menetap pada bagian saraf ingatan.
Tetaplah istiqomah, di jalan itu kau dilahirkan. Jangan pernah menjadi kacang yang lupakan akan kulitnya. Dirimu tak boleh berubah warna bersama sang waktu, tapi tetaplah menjadi warna yang sama sepanjang masa. Meski tak bisa mewarnai tapi setidaknya jangan terwarnai. Meski tak bisa melukis tapi cukuplah menjadi objek lukisan.
Tetaplah istiqomah, di jalan itu kau dilahirkan. Ingatlah selalu tangisan pertamamu saat kau tatap dunia ini. Ingatlah selalu mereka yang pernah mendekapmu, membimbingmu, memberi seyum terhangat, mengajari merangkak, mengeja kata dan mengenalkan pada dunia. Sampai akhirnya kau mampu ber3diri sendiri. Ingatlah selalu itu, jangan pernah engkau lupakan.

Isnin, 18 Julai 2016

Sepotong Kisah : Bergegaslah Untuk Begerak



Bergegaslah untuk begerak, waktu akan terus bergulir. Detik demi detik akan berputar menunju menit dan akhirnya jam. Haripun tak terasa telah berganti, dan apa yang telah dipersiapkan untuk dijadikan bekal. Apa yang telah dilakukan hari ini menentu hasil esok hari. Maka tegaklah dan bergerak, bergegaslah sambut hari dengan penuh semangat dan seyum.
            Susun semua amunisi dari bangun tidur sampai mata terpeji. Bergegaslah karena masa muda tak lama lagi. Potongan episode akan silih berganti mewarnai kehidupan. Buang rasa malas yang masih enggan beranjak. Hanya pada usia muda kaki akan kuat berdiri. Bangun semua mimpi yang ingin digapai. Esok dan hari ini. Tugas kita hanya mengerjakan bagian hari ini dengan sebaik mungkin. Kemarin adalah masa lalu yang tak bisa diulang, esok adalah masa depan yang masih tidak pasti.
            Bergegaslah untuk begerak, paksa kaki yang terasa berat untuk melangkah. Bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Catat nama dalam bagian sejarah. Hanya seorang pemenang yang akan melukis sejarah. Maka bila namamu ingin abadi dan dikenang, maka bergegaslah buang rasa malas. Kerjakan sebaik mungkin apa yang menjadi impian. Kerjakan sebaik mungkin bagian wilayah kita. Kerjakanlah dengan sebaik mungkin. Jauhkanlah dari rasa malas.
            Bergegaslah untuk bergerak, apa esok masih ada waktu untuk engkau kerjakan tugasmu. Apakah besok masih ada waktu luang, untuk kau kejar mimpmu.