Ahad, 17 Julai 2016

SEPOTONG KISAH : SEBUAH TITIK BALIK KEHIDUPAN



Ketika tuhan menjungkir balikkan kehidupanmu hingga kembali ketitik dasar lewat sebuah ujian, sesaat mata terpejam dan semua terasa gelap. Jam seakan melambat, semua seakan terhenti. Hati akan terasa sesak. Apapun bentuk ujian itu, yakinlah ada recana besar yang tengah dipersiapkan oleh tuhan. Ingatlah dengan sebuah kata “Hanya orang diuji yang akan naik kelas.”
Satu-satu jalan yang bisa dilakukan bersabarlah, roda itu berputar tak selamanya berada dititik dasar. Sebutir intan adalah mineral yang berproses lewat tekanan suhu sampai ribuan derajat celius. Orang-orang besar itu tak dilahirkan oleh tawa, tapi oleh tempahan hidup, lewat ujian dan airmata. Bila tuhan memberi ujian, membuat titik balilk kehidupan, tenanglah esok ada matahari yang bersinar setelah malam pekat. Tak selamanya hidup ini  berada dalam kesedihan. Bahagia dan sedih, silih berganti menghampiri. Hanya orang-orang pilihan yang  bisa tetap tegak, saat badai besar itu hampir meluluh-lantakan kehidupan. Tak hanya sekali tapi berkali-kali.
Bacalah kisah-kisah orang-orang besar, mereka berangkat dari nol, dari ejekan, hinaan, cacian dan tak jarang mereka terbuang.  Berjalan sendirian merajut mimpi. Saat orang-orang meragukan akan kemampuan yang mereka miliki. Mereka berusaha tegak meski sendiri. Semua itu  akan membentuk tekad yang kuat. Tekad seperti baja bahwa mereka tak akan pernah menyerah. Masa depan itu, hanya untuk orang-orang yang tak pernah berhenti berjuang.
Maka bergegaslah, bila sedih itu masih enggan beranjak, sibukkanlah dengan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian. Fokuslah apa yang akan menjadi tujuan hidup. Setelah hujan badai, angin disertai petir akan terlukis pelangi yang indah. Kabut itu datang untuk mengundang hujan, sehingga bumi basah. Tumbuhan-tumbuhan akan menghijau dan bunga-bunga bermekaran. Ujian itu hadir untuk memberi harapan, akan hari depan yang lebih baik.
****
Tulisan ini saya buat untuk menasehati diri saya sendiri, semoga bermanfaat buat kita semua.

Jumaat, 15 Julai 2016

BUAH KURMA TAK HANYA ENAK DIMAKAN, TAPI MEMILIKI SEGUDANG MANFAAT



Buah kurma banjir pada bulan ramdahan. Rasa manis dan lezat membuat siapapun menyukai buah ini. Buah ini banyak mengandung zat gizi yang sangat baik bagi tubuh. Kandungan glukosa yang hampir 80% , dengan cepat bisa mengembalikan energi tubuh. Meski banyak mengandung glukosa, jangan takut terkena diabetes karena kandungan gulanya bersahabat pada tubuh.  Nabi sangat menganjurkan untuk mengkonsumsi buah kurma, saat akan berbuka puasa. Memang buah kurma indentik dengan masyarakat arab, tapi di Indonesia buah kurma tetap memiliki tempatnya. Buah kurma tak hanya enak dimakan, tapi memiliki segudang manfaat, bagi kesehatan. Ini semua tak lepas dari kandungan zat yang terdapat pada kurma yaitu
a.      Kaya Kalsium
Kalsium merupakan mineral yang memiliki manfaat dalam pengumpalan  darah, pembentukan tulang dan gigi serta konduksi saraf.
b.      Kaya akan Vitamin
Kurma mengandung vitamin K yang sangat penting dalam pembekuan darah dan kekuatan tulang. Vitamin B kompleks yang membantu dalam proses metabolisme kabohidrat, protein dan lemak. Vitamin A yang sangat baik untuk kesehatan mata dan menjaga kulit tetap sehat, serta membantu melindungi dari kanker paru-paru dan mulut.
c.       Mengandung Tanin
Tanin ini memiliki fungsi sebagai anti-infeksi, anti-inflamasi, dan anti-hemoragik.
d.      Kaya akan Zat besi
Zat besi merupakan kompenen dalam pembentukan sel darah merah. Bila kekurangan zat besi dalam tubuh bisa menyebabkan anemia karena  zat besi berfungsi mengikat oksigen.
e.       Sulfur Organic
Kandungan sulfur organic ini memiliki manfaat untuk mengatasi alergi pada tubuh.
            Kurma memang telah lama diyakini dan terbukti memiliki khasiat. Maka jadikan kurma salah satu makanan favorit. Terutama bagi ibu yag sedang hamil yang membutuhkan banyak nutrisi pada tubuh.

Khamis, 14 Julai 2016

JAGUNG TAK HANYA MAKAN POKOK, TAPI JUGA MEMILIKI KHASIAT KESEHATAN



Jagung merupakan salah satu makan pokok selain padi dan gandum. Di Indonesia. Madura dan Nusa tenggara yang menjadikan jagung sebagai pangan pokok.  Kandungan kabohidrat yang cukup tinggi pada jagung, menjadi sumber energi bagi tubuh. Kandungan zat yang terdapat pada jagung yaitu kalori, ferrum, protein, kalsium, vitamin A, lemak, fosfor, vitamin BI. Selain dikonsumsi secara langsung (direbus), jagung juga bisa diolah menjadi serial dan makanan lain. 
            Jagung tak hanya enak menjadi santapan tapi kandungan zat yang terdapat didalamnya juga bermanfaat bagi kesehatan.
a.      Kaya akan vitamin
Jagung kaya akana vitamin B dalam bentuk thiamin dan niacin. Thiamin ini bermanfaat dalam menjaga kesehatan saraf. Jagung juga mengandung Vitamin A yang berguna untuk kesehatan mata dan kulit. Selain itu mengandung vitamin E, sebagai penangkal radikal bebas atau antioksidan. Vitamn B12 mencegah terjadi anemia.
b.      Mengandung asam folat
Asam folat ini sangat berguna dalam melindungi sel dalam kerusakan, ibu hamil yang kekurangan asam folat bisa menyebabkan  bayi kurus dan mengakibatkan cacat.
c.       Kaya akan mineral
Jagung mengandung fosfor yang sangat baik dalam kesehatan tulang dan ginjal. Selain itu mengandung zat besi sebagai salah astu zat pembentuk darah. Magnesium untuk menjaga denyut jantung normal dan untuk kekuatan tulang.
d.      Mengandung zat anti kanker
Jagung mengadung asam fenolik, senyawa derulic, agen anti kanker, memerangi tumor dan kanker payudara serta kanker hati.
            Bagaimana masih ragu untuk mengkonsumi jagung dan beragapan bahwa jagung hanya makanan orang kampong bukan kelas elite. Seharus dinegara kita yang berilim tropis jagung memiliki tempatnya tersendiri yang bisa menyaingi pizza dan spagety.

Ahad, 29 Mei 2016

SAAT NASKAH DITOLAK PENERBIT, ITU BUKAN AKHIR DARI SEBUAH MIMPI



Saat naskah ditolak penerbit, itu bukan akhir dari sebuah mimpi. Setelah menulis sebuah naskah berbulan-bulan dan menyita waktu untuk riset, belum lagi proses mengedit. Tentu besar harapan naskah itu akan dicetak dan terbit. Tapi kenyataan terkadang tak seindah harapan. Hampir setiap penulis  pernah menerima surat balasan bahwa naskah belum layak untuk terbit.
Memang, kebahagian terbesar bagi seorang penulis, saat dia menatap karya terpajang manis di toko buku, lalu dibaca oleh banyak orang. Itu berarti buah dari garis tangan dan pemikirannya telah dinikmati. Tapi untuk melihat goresan jemari terpanjang, tak semudah membalikan telapak tangan. Tugas seorang penulis tak hanya sekedar menulis, tapi menawarkan tulisannya kepada penerbit. Bila ada kecocokan dan naskahnya dikira menarik dan sesuai dengan standar visi dari penerbit, besar kemungkinan naskah itu akan diterima. Tapi bila sebaliknya maka penulis akan mendapat surat penolakan.
Sedih sudah pasti saat naskah ditolak, apalagi menulis itu butuh perjuangan. Merelakan jam istirahat untuk melototi latttop,  survei di mbah google, dan melakukan hal-hal lainnya hanya untuk mendapatkan sebuah insprasi. Belum lagi berkompromi dengan rasa malas. Tapi saat naskah yang telah dibuat sedimikian rupa ditolak, tentu bikin nyesek. Terkadang bikin hilang semangat. 
Tapi, bila sejenak kita menarik napas, lalu membaca kisah-kisah orang yang menorehkan nama lewat goresan tangan. Buku Harry Potter berpuluh-puluh kali mengalami penolakan dari penerbit, sampai penulis sempat putus asa dan membuang naskahnya di tong sampah. Dee Lestari, salah satu penulis ternama Indonesia juga pernah berkali-kali mengalami penolakan. Karya yang telah dibuat, lalu ia photocopy dan dibagikan kepada teman-temannya. Tere Leyepun pernah mengalami penolakan dari berbagai penerbit. Bila naskah kita di tolak oleh penerbit A, Boleh jadi naskah itu akan terbit pada penerbit B atau mungkin penerbit C.
Maka dari itu, saat naskah kita ditolak penerbit itu bukan akhir dari sebuah mimpi. Tapi awal baru dari sebuah perjalanan. Hanya orang yang pernah berbuatlah pernah merasakan arti kegagalan. Masa depan itu hanya untuk orang-orang yang tidak pernah berhenti berjuang.
           

Ahad, 22 Mei 2016

CERMOV : IBU, CITA-CITAKU MENJADI ORANG KAYA



Kali saya akan menulis CERMOV (cerita motivasi) buat blog ini. Tema kesehatan, review buku sudah memenuhi. Biar memiliki variasi dan agar pembaca tidak bosan, kali ini judul ceritanya “Ibu,  cita-citaku menjadi orang kaya.”
            Semilir angin sepoi-sepoi menyapa, seorang wanita paru baya dan gadis kecil yang berusia sekitar 10 tahun, mereka sedang menikmati senja. Ayunan yang bergoyang pelan, mengikuti irama angin, mengerakan tubuh mereka. Rutinitas harian yang selalu mereka lakoni. Setelah hampir seharian berpeluh keringat mencari sesuap nasi dan sang anak yang sibuk menguras otak menuntut ilmu. Untuk sejenak mereka melepaskan penat dengan menikmati pergantian senja. Sebelum malam datang menyapa dan ibunya kembali kerutinitas menyiapkan jualan untuk besok pagi dan anak sibuk belajar.
“Nak, apa cita-citamu?”
Gadis kecil itu, sejenak  menghela napas dan mengalihkan padangannya dari langit. Lalu menatap wanita yang ada disampingnya.
“Ibu, aku ingin menjadi orang kaya,” katanya pelan.
Sedikit terhenyak mendengar perkataan anaknya, bukan menjadi dokter, insyiur, pramugari, pengusaha atau mungkin pelukis. Padahal sang anak memiliki hoby menggambar, seharusnya anak cita-cita menjadi pelukis terkenal dan ternama. Dia mencoba menyelami pemikiran anaknya, tak ingin membantahnya.
“ Kenapa ingin menjadi orang kaya?”
“Ibu, bila nanti aku menjadi orang kaya. Aku ingin menciptakan  seyum di wajah orang-orang.”
“Bagaimana bisa?”
“Sewaktu aku membantu ibu di pasar,  melihat seorang pembeli yang  mengotot menawar harga, daripada tidak laku akhirnya dijual itu sayur. Aku menatap wajah penjual itu tampak tertekuk penuh kesedihan. Saat dia membereskan jualannya, ada seorang pembeli tanpa menawar harga dan uang kembaliannya untuk si pedagang itu. Seketika, wajah yang kusut tadi terseyum semuringah, bersama lantunan doa yang terlotar dari mulutnya. Begitu juga yang terjadi pada si pengamen yang tertunduk sayu, saat tak mendapatkan uang receh.  Saat seorang bapak memberikan selembar uang, dia langsung seyum kegirangan dan melonjak-lonjak. Ibu, itulah kenapa aku ingin bercita-cita menjadi orang kaya. Aku bisa membeli sesuatu tanpa harus menawar, bisa mengeluarkan uang dari dompet tanpa harus berpikir sayang. Seperti orang berduit yang belanja di mol. Bisa membuat seyum di wajah orang-orang. Bukan ibu yang mengajarkan bahwa ciptakan seyum di wajah orang lain.”
“Anakku,” sambil berkaca-kaca dia mengelus kepala sang anak sambil mendoakan dalam hati, semoga nanti kamu menjadi orang sukses nak.