Isnin, 1 Ogos 2016

REVIEW BUKU : ANTARA DUA SISI HATI




Penulis                        : Ida Gussholach
Judul                          : Antara Dua Sisi Hati
Penerbit                      : Pyramedia
Jumlah halaman        : 148

            Masa remaja  dimana hormon cinta mulai berseyaman. Ketarikan kepada lawan jenis mulai dirasakan. Perubahan dari anak-anak  ke masa remaja, membuat berbagai struktur tubuh berubah. Inilah gambaran dari novel ini. Kehidupan para remaja yang tak luput dari ketetarikan kepada lawan jenis. Penulis juga menyisipkan pesan, bagaimana seharusnya cinta itu disikapi. Tak ada yang salah dengan cinta, yang salah bagaimana kita mengolahnya.
            Anggun siswa baru berhasil menarik perhatian Farnsia, cowok keren yang banyak disukai cewek satu sekolah. Berbagai cara dilakukan Farasia untuk menarik perhatian dari Anggun. Tapi, Anggun yang berhijab dan tahu agama, berusaha menghindar dan memberikan pejelasan secara halus, bahwa pacaran dalam islam itu tidak ada. Fransia tetap tebar pesona mencari perhatian Anggun. Dari pamer mobil, sampai mencari alamat rumah Anggun.
            Anggun  yang  menarik perhatian Fransia, membuat teman satu sekolahnya yang  menyimpan perasaan pada Fransia menjadi geram.`Anggunpun sering mendapat sindirian dan muka masam dan padang sinis dari teman-temannya.  Anggun sering merenung, mencari tahu, kenapa dia dimusuhi oleh sebagian teman-temanya. Padahal dia tidak pernah berbuat salah, apalagi berusaha mencari perhatian.
            “Di dalam bus pikiran anngun terus berputar. Ia mencoba mengingat seluruh tindakannya selama di SMP-nya ini. Rasa-rasanya ia belun pernah menyakiti siapapun, bahkan setiap ia ingin bicara selalu dipertimbangkan baik buruknya. Benar-benar ia bingung, tindakan apa yang menyebabkan temannya itu menjadi tidak suka padanya. (hal, 39)
            “Untung kamu tolak, kalau kamu terima, wah akan dimusuhi habis-habisan,” Asih mengometari penuh kekesalan. (Hal, 58)
            Buku ini ditulis dengan bahasa sederhana, dan  ringan. Alur ceritanyapun mengalir dan tidak membosankan. Novel ini menyisipkan pesan moral, bagi remaja masa kini bahwa fokuslah untuk belajar.