Isnin, 14 November 2016

SEPOTONG KISAH : PADA SUATU TITIK KAU AKAN MENGALAH OLEH KEADAAN




Saat bangun tidur dua hari yang lalu tiba tenggorokan terasa sakit, kepala puyeng. Rasanya malas banget bangun  dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Minum air hangat dan buah untuk mengurangi sakit di tenggorokan, rasa sakit itu hilang sekejap, tapi tak berlangsung lama. Kalau tenggorokan sakit ujung-ujungnya pasti batuk dan flu. Sebuah penyakit yang paling dihindari, karena kalau sudah menyerang sembuhnya bakal lama. Melakukan berbagai cara agar sakit ini tidak semakin parah, salah satunya istirahat dan mengkonsumi makanan dalam porsi yang lebih banyak dari biasa serta minum air putih yang cukup.            
            Sakit tenggkorakan ini tak juah hilang, malah hidung semakin meler, kepalang pusing, dan satu hal yang paling ingin dilakukan adalah memejamkan mata (tidur). Dua hari flu, disertai batuk, dan badan meriang. Padahal telah minum madu, air asam jawa, dan berbagai rebusan. Tapi flu dan batuk ini seolah tak ingin beranjak. Malah lebih parah. Terbayang bahwa besok harus kerja, melayani pasien. Bila kondisi begini, dengan sistem imun yang menurun, tak hanya menularkan penyakit pada pasien tapi akupun akan mudah tertular. Entahlah, akhirnya aku menyerah membeli obat juga.
            Bukan aku anti dengan obat yang berbau medis, tapi lebih ke manajemen diri. Kalau masih bisa diatasi dengan istirahat yang cukup, dan minum rebusan,  maka aku lebih memilih itu daripada menelan satu butir pil. Entahlah, sudah berapa tahun aku tidak menelan pil. Meski kadang diare, sakit gigi atau asam lambung lagi naik, masih bisa kuatasi tanpa harus menelan sebuah pil. Seingatku, aku menelan butiran pil saat aku SMA.
            Terkadang pada suatu titik kita akan mengalah oleh keadaan, iya hari ini buktinya aku menelan pil ini. Alhamdullah, memang efek cepat. Pusing kepala, sakit tenggorokan serta hidung meler sudah jauh berkurang.
            Ini hanya kisah kecil. Dalam kehidupan, saat kita dihadapkan pada masalah yang menemukan titik buntu. Setelah beragam cara dan upaya telah dikerjakan. Salah satu harus dilakukan mengambil jalan yang memiliki resiko kecil. Salah satunya contohnya menelan pil ini jalan tercepat untuk sembuh, dibandingkan terus-menerus membiarkan flu ini melanda malah akan berdampak pada kesehatan dan rentan terserang penyakit lain.

Tiada ulasan: