Sabtu, 3 Disember 2016

DUNIA HARUS TAHU, MUSLIM TIDAK ANARKIS APALAGI BERGAYA TERORIS




     
  Sematan bahwa seorang muslim tak jauh dari sekelompok orang yang suka melakukan kekerasan, kekacauan, berbuat onar terkadang menjadi pelaku bom pembunuhan dan sebagai teroris. Melekat erat selama ini dari orang-orang yang tak mengenal islam itu sendiri. Memang tak bisa dipungkiri, kejadian bom bunuh diri yang dilakukan segelintir oknum telah mencoreng nama baik islam itu sendiri.
            Tapi, sekarang dunia harus tahu dan membuka matanya. Muslim tidak anarkis apalagi bergaya teroris.  Indonesia berpopulasi muslim terbesar di dunia, telah menunjukan itu semua.  Aksi damai 212 menjadi saksi bagaimana islam itu cinta damai dan tidak suka kekerasan. Mereka mengungkapkan aspirasi dengan  tertib dan jauh dari hal-hal negatif. Padahal hati mereka sedang terluka, terluka saat ayat suci al-quran diagap sebagai alat kebohongan. Tapi mereka,  tak meluapkan kemarahan itu dengan membabi buta, merusak, dan berlagak seperti preman.
            Dunia harus tahu, muslim tidak anarkis apalagi bergaya teroris. Aksi damai 212, membuat seluruh jiwa tergetar melihatnya. Bagaimana keteaturan dari jutaan masa bisa dikendalikan dengan sangat tertib dan aman. Kekuatan apa yang bermain kecuali iman. Semua bahu-membahu saling membantu, betapa persatuan begitu kental terikat. Membuat menjadi kesatuan yang utuh. Setiap orang memadang hanya bisa takjub.
            Dunia harus tahu, muslim tidak anarkis apalagi bergaya teroris. Aksi damai 212, menjadi bukti bahwa islam itu agama rahmatlil alamin. Tak ada kerusakan yang terjadi, sampah-sampah dipungut sendiri dan dikumpulkan. Orang-orang yang tidak tergabung dalam aksi tersebut yang kebetulan melintas, diberi makanan dan minuman gratis.
            Dunia harus tahu, muslim tidak anarkis apalagi bergaya teroris. Aksi damai 212, menjadi bukti betapa masyarakat dapat bersatu dengan aparat. Tanpa perlu adu jontos dan lempar-lemparan serta membakar ban, tembakan gas airmata. Satu dengan yang lain saling menjaga. Tak ada berdarah-darah apalagi korban jiwa.
            Dunia harus tahu, muslim tidak anarkis apalagi bergaya teroris. Aksi damai 212, menjadi bukti jiwa-jiwa muslim itu penuh dengan kesejukan dan pandai mengendalikan amarah. Terbantahlah semua opini selama ini yang menyudutkan bahwa muslim itu cinta kekerasan. Kami muslim tapi kami cinta damai, dunia harus tahu dan membuka mata. Aksi damai 212 itu telah menumbuhkan opini yang positif tentang muslim. Muslim tidak anarkis apalagi berlagak teroris, tapi muslim orang yang berlaku manis.
            Aksi damai 212 adalah aksi damai pertama mungkin di muka bumi ini dengan jutaan manusia, tapi bisa tertib, aman dan damai. Belum pernah terjadi dibelahan dunia manapun. Itu terjadi di Indonesia. 

Tiada ulasan: