Ahad, 31 Januari 2016

Lima Langkah Membentuk Pribadi Anak Yang Berkarakter



Menulis artikel sebenarnya rada-rada gimana, wong yang nulis belum punya anak alias masih single. Tapi meski belum ada pengalaman setidaknya ini secara teori yang saya baca di buku. Meski hanya sekedar teori semoga bermanfaat khususnya untuk saya pribadi atau orang lain pada umumnya. Semoga saja begitu (ami..in). Inilah lima langkah membentuk pribadi anak yang berkarakter
a.      Menjaga ucapan
Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa setajam-tajam pisau tapih lebih mematikan dari kata-kata kasar. Pisau mungkin melukai fisik tapi berbeda dengan kata-kata yang bisa menghujam sampai ke ulu hati. Kata-kata seperti “Kamu bodoh” “Kamu tidak berguna” “Kamu tidak tahu diuntung” saat meluapkan sebuah kemarahan kepada sang anak, tentu itu prilaku yang kurang baik. Malah menimbulkan dua kecendrungan karakter yaitu anak yang tidak percaya diri atau anak yang tidak bisa diatur. Maka berhati-hati dengan kata-kata karena dia merasuk kedalam jiwa, tak Nampak oleh mata tapi bagai virus mengerogoti tubuh.
b.      Hindari penghakiman
Bila sang anak melakukan kesalahan jangan buru-buru menyerang dan melontarkan penghakiman, itu malah akan menjadikan dia anak yang menutup diri dan lebih memilih berbohong daripada jujur mengakui kesalahan.  Karena bila dia jujur maka  akan kena marah dan dicaci maki, itulah yang tumbuh dalam benaknya. Sebaiknya bila sang anak melakukan kesalahan, padang matanya serta minta dia menceritakan. Dengan nada yang lembut beri sebuah nasehat dan pejelasan atas kesalahan yang ia lakukan serta efek bahayanya. Buat dia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.
c.       Menerima anak apa adanya
Setiap anak yang terlahir adalah sebuah anugerah terindah dari tuhan sebaiknya kita jaga dan rawat sebaik mungkin. Terima dengan ikhlas apapun kondisinya. Meski dia tak memiliki wajah cantik, ganteng, cerdas, hitam dan kekurangan lainnya. Dibalik kekurangan yang dia miliki ada sebuah kelebihan yang disiapkan tuhan. Andai mau menggali sisi lain dari dirinya dengan cara penerimaan, maka sisi kelebihan itu akan muncul. Boleh jadi dia yang tidak cerdas secara akademik, cerdas secara prilaku dan memiliki bakat lain.
d.      Membanding-bandingkan
“Lihat si “A” dapat nilai seratus, kamu selalu dapat nilai enam. Kamu harus rajin belajar tiru Si “A” “. Niatnya untuk membangkitkan motivasi anak tapi itu sama sekali salah. Bukan motivasi yang bangkit malah semangat semakin down, dan menjadikan dirinya tidak percaya diri, tumbuh dalam bayang-bayang orang lain. Kita tak bisa menuntut si A menjadi Si B.  Bila dia tidak memiliki kemampuan sama seperti Si A. Sebaiknya dilakukan dorong dirinya untuk maju dengan mengatakan bahwa memang si A pintar dalam bidang akademik tapi kamu cerdas dalam bidang olahraga. Kamu harus tekun untuk belajar,
e.       Memberikan pemahaman tentang kegagalan
Jangan hanya keberhasilan yang terus kita perdayakan tapi penerimaan dari sebuah kegagalan dengan hati yang lapang dan tenang, harus terus dibentuk. Biar sang anak tumbuh menjadi anak yang  tahan bating dan membiasakan melewati proses dengan baik.
Inilah lima langkah membentuk  anak yang berkarakter, sebenarnya ini hanya sebagian kecil masih banyak hal lain yang harus diperhatikan. Semoga artikel ini ber n]smanfaat buat semuanya, termasuk saya pribadi.

Tiada ulasan: