Selasa, 22 September 2015

MENGUKIR PERUBAHAN DALAM DIRI (Masuk antologi buku surat cinta untuk Rasulllah)



            Rasulullah engkau laksana matahari yang menerangi bumi ini. Menggantikan  malam yang pekat. Sinarmu menumbuhkan sebuah benih-benih  keindahan yang  membawa perubahan  peradaban dimuka bumi ini. Melalui sirohmu aku semakin tahu perjalan hidupmu. Lembar demi lembar terukir  indah mengisi  pergolakan  hidupku. Sesalku karena baru mengenalmu. Tapi aku yakin ini belum terlambat aku inggin mengenalmu lebih jauh sampai keakar-akarnya.
            Sebuah cinta yang tak akan pernah habis terukir indah disetiap makhluk yang beriman. Terpahat sebuah nama dihati yaitu Muhamad. Neraca  cinta kehidupanpun membuktikan bahwa dia manusia pilihan dari tuhan yang membawa sinar terang bagi umat seluruh alam. Tercurah indah tersemai bersama sinar matahari pagi. Terasa manis untuk dikecap dan tak akan pernah tergantikan. Dia suri teladan apabila kita menyematkan surga dalam impian hidup.  
            Rasulullah kehalusan akhlakmu  menjalar disudut hati makhluk hidup yang berada dimuka bumi. Kelembutan sikapmu seperti air selalu dibutuhkan untuk melepaskan dahaga dan selalu dicari untuk dinikmati. Dengan itu semua terciptalah kekuatan yang mengikis kerasnya batu karang dan melawan ombak yang menghadang.
Rasulullah betapa cintamu kepada umat tak terukir oleh zaman. Saat engkau meninggal dunia yang terucap dari bibirmu “Umatku..Umatku..Umatku” bukan keluarga, bukan harta . Akankah nanti saat ajal mejemputku. Aku dapat menyebut namamu  ya Rasulullah
         Cintamu kepada kami itu tak dapat terbendung oleh waktu meskipun sudah berabad-abad jazadmu terkubur namun jejak tak pernah hilang. Selalu kekal dan abdi tak akan pernah mati. Kami umatmu akan selalu berusaha mengenangmu dan melaksanakan sunahmu.
Ratusan juta pengikutmu tersebar diseluruh belahan bumi terkecil sekalipun.  Itulah buah cinta dari perjuangan yang tulus. Betapa keras perjuanganmu untuk merubah umat ini tapi semuanya berakhir dengan indah. Sejarah telah mencatat engkau adalah orang  paling berpengaruh dimuka bumi ini.
            Sebuah kerinduan yang menyergap saat aku dengar kisah hidupmu. Betapa inggin aku melihat sinar terang wajahmu. Betapa inggin aku merasakan masa sulit yang engkau lewati bersama para sahabat. Rasulullah kami umatmu yang mengharapkan kelak di akhirat bisa berkumpul bersamamu. Rasulullah betapa dhoif hamba ini saat mengharapkan bertemu dengan kamu. Tapi jarang sekali aku menyebut namamu dan sedikit sekali sunahmu yang aku jalankan. Derai air mata itupun terukir saat aku sadar.
             Rasulullah engkau adalah dokter bagi umat ini dapat dilihat  dari sisi terkecil contohnya dari tata cara makan. Rasulullah mengajarkan  kepada kita melewati hadist. Dia katakan bahwa makan itu harus dikunyah 33x  setelah dibuktikan secara ilmiah bila makan tidak dikunyah secara halus maka  system percernaan dan usus halus akan berkerja ekstra keras sekali sehingga akhirnya fungsinya melemah dan akan mengalami sebuah kerusakan  mengakibatkan akan mudah  terkena penyakit percernaan dan usus yang dapat mengganggu system organ lain.
           Rasulullah engkau ajarkan kami kalau  makan jangan sambil berbicara. karena saluran pernapasan dan percernaan itu satu. bila bernapas spingter untuk percernaan akan menutup agar udara  tidak masuk kedalam perut yang dapat meyebabkan kembung. Begitu sebaliknya saat makan spingter untuk pernapasan akan menutup agar makanan  tidak masuk keparu-paru. Bila kita makan sambil berbicara maka respon tubuh terhadap sphingter akan bingung jadi makan dan udara masuk secara bersamaan akibatnya  terjadi  keselekan dan perut kembung sehabis makan.
          Rasulullah engkau ajarkan bahwa minum jangan sambil berdiri secara ilmiah dibuktikan karena ada sebuah penyaring didalam tubuh bertugas menyaring air yang masuk  kedalam tubuh. Penyaring itu berkerja saat kita minum sambil duduk. Bila tidak duduk maka air itu masuk bersama kuman yang terkandung dalam air.
 Rasulullah engkau  ajarkan kepada kami bahwa obat yang paling mujarab adalah  madu dan berbekam. Telah terbukti dapat mengobati berbagai penyakit. Sudah banyak orang yang sembuh dari penyakit  sampai penyakit yang tidak bisa ditangani teknologi masa kini dan diagnosa tidak akan sembuh.
          Sejenak aku tercenung, dizaman rasulullah dulu meski dalam keadaan berperang kekekurangan makan, dan sebagainya tapi mereka  tidak pernah terserang penyakit, gizi buruk atau mati karena kelaparan. Rasulullahpun sakit hanya 2 kali dalam seumur hidupnya yaitu saat engkau kena sihir bukan karena disebabkan oleh penyakit, begitu juga para sahabat rasulullah. Membuat aku memutar otak ada apa dibalik semua ini. Jawabannya adalah  Rasulullah dapat  menghargai tubuhnya. Makannya tidaklah mewah hanya sebutir kurma. Namun setelah diteliti pada abad modern saat ini kandungan kurma itu banyak sekali mengandung vitamin, mineral melebihi kandungan dari sebuah susu yang sangat baik bagi tubuh “Subuhanallah” hanya kata itu yang keluar. Sunahmu yang terbilang sangat mudah untuk dilakukan tapi sangat sering juga aku langgar. Aku masih sering makan dan minum sambil berdiri, berbicara. Akankah aku bertemu denganmu kelak.
          Rasulullah engkau adalah pemimpin terbaik sepanjang masa.  Bagaimana  engkau selalu mendahulukan kepentingan umat daripada kepentingan pribadi. Engkau tidak menumpuk harta. semuanya engkau  sedekahkan kepada umatmu. Pernah engkau mengajal perutmu dengan batu untuk menahan lapar. Asap dapurmu lebih banyak tidak terlihat karena tidak ada yang bisa dimasak. Rasulullah hamba yang dhoif terkadang ada rasa berat untuk berbagi mengeluarkan uang untuk bersedekah dalam skala yang cukup besar apalagi rela menahan lapar seperti itu.
         Rasulullah engkau adalah seorang ayah yang baik. Yang patut dicontoh oleh seluruh para calon bapak. Bagaimana engkau mendidik anakmu dan istri-istri. Bagaimana engkau bersikap adil kepada mereka. Bagaimana engkau menyelesaikan tiap permasalahan yang ada dikeluargamu. Iya kehalusan budi perkertimu dan kelembutan tutur katamu menjadi tolak ukurnya.
         Rasulullah engkau adalah hamba yang bersahaja.  Bagaimana ibadah yang ekstra keras sampai – sampai kakimu bengkak meskipun engkau telah dijamin Allah masuk surga tapi engkau tak pernah lelah memuja namanya engkau terus-terus beribadah dan tanpa kenal lelah. Sedangkan hambamu yang dhoif ini. Hidup dalam kemudahan dan kedamaian tanpa ada tekanan, takut ditindas dan larangan beribadah sekedar untuk sholat malam dua rakat saja terasa berat dan terkadang dalam seminggu tak pernah bermujadah kepadaNya. Mebaca qalam illahi hanya saat maghrib saja.   Rasulullah akankah aku dapat bertemu denganmu nanti bila sunahmu banyak aku tinggalkan.
          Engkau adalah bapaknya para pengusaha. Bagaimana engkau mengajarkan arti sebuah kesuskesan melalui kejujuran. Kejujuran tongkat awal menunju pintu sukses.   Engkau ciptakan sebuah kepercayaan kepada para pelaganmu. Engkau katakanan bahwa kain rusak dan harganya lebih murah. Engkau begitu tahu bahwa manusia itu hakikatnya tidak pernah mau untuk dibohongi. Menciptakan sebuah kepercayaan itu mudah tapi mengembalikan kepercayaan itu sulit. Rasulullah betapa banyak kata yang keluar dari mulut ini terkadang sebuah kepalsuaan. Hanya untuk menutupi diri agar tetap terlihat baik dan tanpa rasa bersalah lidah ini sering bersilat. Rasulullah akankah aku bertemu denganmu nanti sementara sunahmu banyak aku tinggalkan.
       Rasulullah Engkau adalah dewanya waktu. Bagaimana dengan aktivitas yang menggunung tapi tak satupun agenda tertinggal. Engkau gunakan 1/3 waktu mu untuk kelurga, 1/3 lagi untuk beribadah  dan 1/3 untuk umat. Sebuah keseimbangan yang mengajarkan kita bagaimana harus manjement waktu itu. Kalau segala sesuatu berjalan seimbang maka takkan ada lini yang tersakiti, semuanya akan terasa bahagia. Tak pernah engkau mengejar waktu namun waktulah yang mengejar engkau. Sedangkan hambamu yang dhoif ini sangat sering dikejar-kejar waktu. Banyak pekerjaan yang tidak terselesaikan. Selalu punya ribuan alasan untuk membela diri. Rasulullah akankah aku bertemu denganmu nanti sedangkan sunahmu banyak aku lupakan
        Ya Rasulullah  meski tertatih aku menggapai cintamu. Meski jauh perjalanan yang aku tempuh aku akan terus merajut impian itu  sehingga dapat menatapmu dijanahNya nanti. Rasulullah ya Rasulullah. Ini hambamu yang dhoif yang banyak melupakan sunahmu yang mudah sekali terlena oleh kemilau dunia. Tapi aku berjanji seiring berjalannya hari aku inggin merangkai perubahan itu dan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.
*****

Tiada ulasan: