Ahad, 31 Julai 2016

SEPOTONG KISAH : TAK ADA RUANG BENCI, TAPI RUANG MENEPI DEMI SEBUAH MIMPI





           
 Perjalanan kehidupan tak selalu berisi tawa, canda dan kebahagiaan, tapi warna-warni akan menghiasi  silih berganti, suka dan duka.  Apapun yang terjadi dengan kehidupan, jangan biarkan ada ruang benci yang bersemayam. Ruang benci hanya akan merusak mimpi-mimpi yang terbangun. Biarlah semua mengedap  karena sudah menjadi jalan cerita dari tuhan. Bila daun yang jatuh saja, sudah menjadi kehendak tuhan. Bagitu juga hal yang tidak mengenakkan, itu bagian dari recana tuhan. Bisa jadi merupakan bagian doa yang terjawab, dari lantunan sujudmu. Ada yang engkau pinta, lalu tuhan mengujimu,  sebelum Dia  memberikannya. Yakinlah, setelah segala hal yang menyakitkan, akan selalu ada hadiah indah yang tengah menanti.
            Untuk segala ujian, jangan sediakan ruang benci di hati, tapi siapkan ruang menepi. Bisa menjadi wadah mendekatkan diri dengan tuhan, sekaligus menjadi wadah intropeksi diri. Lalu, bukalah  mata untuk begerak menuju mimpi dan tujuan hidup. Yakinlah, bila langkahmu  pada jalan kebaikan, tuhan akan mempertemukan dengan langkah-langkah yang lain.
            Jangan ada ruang benci, karena segala hal yang pahit  bisa menjadi obat. Segala hal yang menyakitkan bisa jadi menjadi penguat. Segala hal yang menyesakkan bisa menjadi ruang baru untuk oksigen masuk. Teruslah memperbaiki diri, jangan berhenti berbuat baik dan jadilah diri sendiri.  Salah satu jalan terbaik adalah menepi, bukan membenci.

Tiada ulasan: