Isnin, 9 November 2015

Tetap Bisa Menanam Terong Meski Kemarau, Inilah Caranya



Punya perkarangan rumah daripada ditumbuhi rumput liar akan lebih bermanfaat bila difungsikan untuk menanam sayuran atau apotik hidup. Salah  satunya dengan  menanam terong. Kalau sudah berbuah tentu bisa dijadikan bahan masakan dan lauk, jadi ngak perlu beli lagi di pasar. Memang kalau dipikir daripada nanam akan lebih simple bila beli saja. Tapi tak ada salahnya juga bukan kalau mau menanam, selain bisa mengurangi rumput liar. kita bisa memakan sayuran yang segar  dan terjamin tidak terpapar petisida, dan tentu itu jauh lebih sehat bukan. Inilah cara menaman terong meski sedang kemarau :
a.    Siapkan lahan
Bila musim hujan tak perlu menyiapkan lahan khusus karena tanahnya sudah pasti gembur dan siap untuk dijadikan tempat penyemainan bibit. Tapi bila musim kemarau, maka harus ada tekhnik khusus agar bibit mau tumbuh. Siram tanah yang kering pagi dan sore selama 3 hari, sampai tanah tampak basah dan mudah untuk digali.
b.     Penyemainan bibit
Taburkan bibit pada tanah yang telah disiapkan, tutup sedikit dengan butiran tanah tak perlu dipadatkan. Lakukan penyiraman rutin setiap harinya sampai bibit-bibit itu tampak tumbuh. Tapi bila musim hujan takut bibit yang disemai tadi terbawa arus, maka lakukan penggalian tanah  dan biji terong dimasukan kesana, padatkan. Tapi jangan terlalu dalam.
c.     Pemindahan tempat
Bibit yang telah disemai, kira-kira berumur 2-3 minggu yang mulai tampak tumbuh menghijau menghasilkan 3-4 lembar daun. Sudah siap untuk dipindakan kelahan penanaman. Atur jarak setiap tanaman sekitar 60 cm. Maka tunggu untuk berapa bulan terong sudah bisa dinikmatin dan tak akan berhenti berbuah selama dirawat dengan baik dan kebutuhan airnya terpenuhi.


Tiada ulasan: