Ahad, 20 Disember 2015

Review Buku : Berpikir Besar, Bertindak Besar, Berpikir Positif, Bertindak Positif Ala Yusuf Mansur



Judul : Berpikir besar, bertindak besar, berpikir positif, bertindak positif ala yusuf mansur
Penulis : Ust. Yusuf Mansur
ISBN : 978-979-063-707-8
Penerbit : Zikrul Hakim

            Setelah berhari-hari membaca buku ini akhirnya selesai juga. Bukunya ngak tebal-tebal amat, tapi setiap  satu lembar pasti menghelakan napas pajang. Banyak hikmah yang didapat dari membaca buku. Menguak kesadaran saya bahwa kita yang selama ini selalu mengeluh seolah-olah hidup telah berakhir, rumit dan seakan tidak ada jalan lagi. Ternyata kalau dipikir dan direnungkan masih banyak hal yang patut untuk disyukuri. Hidup terlalu indah untuk membuat kamu berhenti begerak hanya karena masalah sepele. Selalu ada jalan bila kita meminta kepada Allah, akan  solusi terbaik dari permasalahan kita.
            Dibuku ini kita akan diajak untuk melibatkan tuhan setiap keputusan yang akan kita ambil. Dijamin  tidak akan menyesal dikemudian hari. Bila kita punya masalah ambil wudhu menghadaplah dengan tuhan dengan sholat, berdoa dan berselawat. Buku ini juga menjelaskan kekuatan dari sebuah sedekah. Bila kita sedekah 100ribu, tuhan akan menganti dengan 10 kali lipat dari yang di keluarkan.  Pikiran-pikiran negatif yang senangtiasa hinggap dalam benak akan melahirkan energi negatif dan membuat urusan menjadi ruyam. Betapa pentingnya  menumbuhkan pikiran positif didalam diri.
            “Berbahagialah kalian semua yang diberi kesusahan oleh Allah. Sebab ia akan mengantarkan saudara semua kepada kesenangan yang lebih besar lagi. Di dunia ini, dan juga diakhirat.” (Hal, 15)
            “Di luar sana masih teramat banyak orang-orang yang berubah nasibnya menjadi lebih baik, lebih mulia, lebih berkucupan, Walaupun tidak sedikit yang sebaliknya, Ubahlah bersama Allah.”  (Hal, 34)
            “Kalau mau tetap bekerja, pertama, jadikan pekerjaannya itu ibadahnya. Sebab sayang 8-12 jam bekerja, sayang kalau ga jadi ibadah. Perhatikan shalat berjamaah, tepat waktunya. Dan dimasjid. Supaya Allah ga mengaggap kita bohong. Ngaku kerja sebagai ibadah.” (Hal, 41)
            “Allah maha besar. Allah lebih besar daripada apa yang kita permasalahkan. Semakin kita positif. Semakin positif hidup ini.” (Hal, 64)
            “Celakanya, pikiran-pikiran negatif dan kalimat-kalimat negatif ini akan terus melahirkan anak-anak kalimatnya lagi. Ia akan beranak pinak menjadi kalimat-kalimat negatif dan pikiran-pikiran negatif yang lebih liar. Hingga kemudian membungkus saudara dalam kenegatifan. Karena itu, lawan. Dan ga bisa kecuali saudara sendiri ada kemauan. Ada tekad. Yang bulat. Untuk bisa menjadi pemenang!” (Hal, 67)

Tiada ulasan: