Sabtu, 19 Disember 2015

REVIEW BUKU : STREET WISDOM BY SUDAJARWO MARSOEM



Judul                          : Street Wisdom
Penulis                        :Sudajarwo Marsoem
Penerbit                      : Rene Publisher
Jumlah halaman        : 264
ISBN                           : 978-602-96018-1-7

            Bila kita ingin meraih kesuksesaan tidak bisa hanya mengandalkan ambisi semata. Sebuah ambisi akan membawa titik kehancuran karena akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Bila melibatkan tuhan dalam setiap langkah,  kesuksesaan dan kebahagian akan menanti. Namun kita harus memiliki strategi khusus untuk mengapai itu semua, dari sasaran yang jelas, bisa diukur,  mampu untuk mengapai, ada nilai yang didapat, ada rentang waktu atau kontrak.
            Buku ini menjelaskan bagaimana menjadi pribadi yang berkarakter sehingga bisa mengapai mimpi-mimpi dan menapaki tangga lebih tinggi.  Jadikan kegagalan sebagai pembelajaran bukan untuk menghentikan langkah. Harus ada tindakan khusus yang  dilakukan Meski tidak menyukai suatu misalnya pekerjaan, buatlah suasana hati bahagia  dengan cara menerima, selain itu terus mempersiapkan langkah lain. Kebahagian adalah kunci dari kesuksesan. Orang sukses tidak selamanya bahagia, tapi orang yang meraih kesuksesan dengan dengan kebahagian maka dia akan mendapatkan kebahagian dan kesuksesan itu sekaligus.  Inilah kalimat-kalimat cantik yang saya rangkum dari buku ini :
            “Barang siapa menabur benih pasti akan mendapati waktunya untuk menuai hasilnya” (Hal, 16)
            “Kegagalan itu adalah materi yang menawarkan petunjuk atau kesempatan. Kalau kita memilih untuk menggunakan petunjuk itu sebagai penerang atau pembangkit, maka materi itu akan membawa kita pada kebangkitan, pencerahan dan keberhasilan.” (Hal, 36)
            “Jangan hanya sibuk, tapi pikirkan juga apa tujuan dari kesibukan anda.” (Hal, 58)
            “Singa yang kita kenal sebagai binatang paling buas hanya membunuh mangsanya untuk satu kali makan. Tapi manusia yang jahat bisa membunuh ribuan manusia untuk masa waktu yang sangat panjang.” (Hal, 80)
            “Kesalahan orang lain yang kita pelajari akan menjadi modal keberhasilan buat kita. Keberhasilan orang lain yang kita pelajari akan menjadi modal keberhasilan juga bagi kita. Kehancuran orang lain yang kita pelajari akan menjadi modal keselamatan kita.” (hal, 129)
            “Nasib kita tidak ditentukan oleh keberuntungan (change) tetapi oleh keputusan (choice).”(Hal, 177)
            “Sampai ada Fakta yang membuktikan bahwa orang yang tidak percaya Tuhanpun mengharapkan adanya kebetulan yang direcanakan itu, sebagai bentuk dari harapannya terhadap kekuatan yang lebih besar dari kekuatannya.” (Hal, 201)
            “Hanya ketika kita mulai bisa menerima keadaan diri  kita, itulah yang membuat kita mulai mampu mengubah diri.” (Hal, 213)
            “Kalau kita gagal membedakan mana yang penting dan mana yang mendesak, maka lama kelamaan hidup kita akan dipenuhi desakan.” (Hal, 216)
            “Ikhlas dapat kita pahami sebagai upaya untuk menetralkan atau men-zero-kan kepentingan personal dan kepentingan sosial.” (Hal, 243)
            “Ketika kita jauh dari kesadaran bertuhan, maka secara otomatis kita sudah mengikuti kesadaran setan.” (Hal, 250)

Tiada ulasan: