Ahad, 27 Disember 2015

Review buku : Keajaiban otak kanan By Dr. Shigeo Haruyama



Judul               : Keajaiban Otak Kanan
Penulis             : Dr. Shigeo Haruyama
Penerbit           : Gramedia Pustaka    

            Membedakan manusia dengan makhluk lain di muka bumi ini adalah akal. Manusia memiliki akal untuk berpikir yang biasa disebut dengan otak. Maka tak heran bila manusia dijadikan khalifah oleh tuhan. Perkembangan dunia medis serta beragam penelitian. Kalau dulu teori yang menyatakan bahwa fisik dan jiwa itu tidak satu, seiring dengan kemajuan dari dunia ilmu kedokteran bahwa ada satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan dari fisik dan jiwa manusia.
            Buku keajaiban otak kanan ini membahas detail pembagian otak manusia. Otak manusia terbagi atas dua, yaitu otak kanan dan kiri. Penghubung dari otak tersebut adalah corpus callosum. Otak kanan memiliki kekuatan yang diluar jangkuan, dan otak kiri sebagai pengerak. Otak kanan mengeluarkan morfin menghasilkan kebahagiaan murni. Orang-orang yang memiliki mimpi-mimpi dalam hidupnya dan dia bisa mengendalikan diri terhadap sebuah kegagalan, maka otak kanannya telah berfungsi dengan baik. Sedangkan otak kiri sebagai pengerak menghasilkan hormon adernalin. Bila otak kiri tidak difungsikan maka manusia hanya akan menjadi pengkhayal tanpa tindakan. Untuk membuka mata saja manusia membutuhkan hormon adernalin. Maka dari itu butuh sebuah keseimbangan diantara keduanya, maka akan menimbulkan sebuah kekuatan super dahsyat. Orang-orang besar biasanya bukan sepenuhnya cerdas tapi mereka yang bisa memanfaatkan otak kanan dan kirinya secara seimbang. Tapi saya kurang sepakat bila otak kanan dibilang sebagai warisan nenek moyang tapi itu lebih kekuasaan tuhan yang begitu hebat mendesain otak manusia.
            Seseorang yang kehilangan otak kanan karena kecelakaan juga tidak dapat melihat mimpi. Ada pengecualian yang tidak biasa, tetapi otak kanan yang melihat suatu mimpi. (hal, 33)
            “Otak kanan merupakan otak nenek moyang dan pada waktu yang bersamaan juga merupakan tempat persembunyian “hati”. (Hal, 60)
            “Karena kebijaksanaan manusia terakumlasi di otak kanan, otak kanan banyak mengetahui bahwa kegagalan dalam ujian masuk di masa lalu akan menjadi suatu awal manusia yang baru. Oleh karena itu, sekalipun gagal di ujian masuk tidak akan membuat kita down. Dengan mengaktifkan otak kanan, maka kita akan medapatkan kebijakan yang demikian. (Hal, 73)
            Otak kanan bisa kita aktifkan dengan cara melatih diri untuk berpikir positif, menempatkan diri dalam situasi yang bahagia. Kita tidak bisa menghilangkan stres tapi kita bisa melawan stres dengan menenangkan hati. Memulai hari dengan berkata pada diri bahwa hari ini akan lebih baik. Melakukan olahraga yang teratur, makanan yang bergizi serta  meditasi atau kalau kita yang beragama islam lebih tepat beribadah atau sholat. Ternyata sholat bisa mengaktifkan otak kanan.
            “Menonton film yang kita sukai, mendengarkan lagu-lagu mengena di hati, membayangkan dan merecanakan masa depan dengan penuh semangat, cara-cara demikian semuanya merupakan suatu cara meditasi yang baik. (Hal 124)

Tiada ulasan: