Rabu, 7 Oktober 2015

Brokoli sayur pencegah kanker dan pembasmi sel kanker



Brokoli, berapa tahun terakhir telah dibudidayakan di Indonesia. Sayuran ini berasal dari laut mediternaria tumbuh liar dipesisir pantai Italia. Berapa hal yang menakjubkan dari brokoli membuat sayuran ini sangat tenar tak hanya di negeri sendiri tapi jauh sebelum itu, negara maju seperti Amerika telah mengenal lebih dahulu. Ini tak lepas dari penelitian yang telah dilakukan oleh dr Paul talalay dan Jhon Hopkins University. Semula tak ada yang percaya malah meremehkan penelitian mereka tentang khasiat dari brokoli. Mereka tetap gigih melakukan percobaan demi percobaan sehingga menemukan jawaban yang membuat siapapun berdecak kagum. (terimakasih kepada para peneliti)
            Kandungan vitamin dan mineral yang terdapat pada brokoli adalah Vitamin A,C,K,E, asam folat, kalium, fosfor, kalsium dan zat besi dan serat yang baik untuk pecernaan. Memiliki pigmen klorofil, lurein, betakaroten.  Dan mengandung senyawa isothiocyanate, indoles, glucerucin, glucoiberin, asam caffeic, quercetin, lignan. Semua zat-zat tersebut sangat dibutuhkan dan bermanfaat buat tubuh.
            Lalu benarkan brokoli bisa mencegah dan membunuh sel kanker? Menurut asli penelitian yang dilakukan dr Paul talalay menunjukan bahwa brokoli berefek positif dalam memerangi penyakit kanker. Brokoli yang kaya antioksidan bisa merangsang kerja enzim fase- bernama Senyawa sulforaphane. Zat inilah yang bertugas untuk membunuh sel kanker itu sendiri. Dari hasil uji coba yang dilakukan terhadap tikus yang terkena karsinogen. Hasilnya sangat menakjubkan, diantara tikus yang menerima sulforaphane,  tumor pada tikus tersebut menyusut 60 persen pada kelenjar susu dan tikus yang mengidap kanker lain, ukuran tumor menyusut 70 persen.  Selain itu penelitian dilakukan ilmuwan prancis menemukan fungsi dari kerja sulforaphane yang menyebabkan terhentinya peredaran darah dan apotitis terhadap sel yang mutasi secara tidak normal, itulah yang menghambat perkembangan tumor.
            Pada satu ikat brokoli terdapat 35.000 unit sulforphane per gram,  tapi tak menutup kemungkinan jumlah bisa kurang ataupun lebih dari situ, tergantung dari jenis dan bentuk brokli serta tingkat kematangan. Penemuan yang dilakukan Paul talalay bahwa brokoli yang berumur tiga hari memiliki setidaknya  lebih dari 10 kali lipatnya banyak sulforphanennya dibandingkan dengan yang sudah matang. Kabar gemberia lagi bahwa sulforphane, tidak akan hilang saat brokoli dimasak, tapi berapa hal juga harus diingat jangan memasak terlalu matang hingga zat-zat berguna lainnya hilang.

Sumber
James A Josep, Ph.D, dkk. Color code: A revulutiontnary eating plan for optimun health.2002. hyperion : New York

Tiada ulasan: