Khamis, 29 Oktober 2015

Sayur Kol (Kubis) Untuk Kesehatan dan Mencegah Sel Kanker Payudara



Sayur kol biasa paling mahal harganya sepuluh ribu 1 kg di pasaran, biasanya dijadikan bahan buat membuat bakwan, tumisan, sayur soto, sayur asam atau dimakan langsung sebagai lalapan. Tahukan anda bahwa sayur kol atau sering dikita kenal dengan sayur kubis ini sudah sejak lama dimanfaatkan oleh masyarakat Eropa sebagai obat, sejak tahun 600 masih zaman Romawi kuno, itu sebelum masehi. Entah kita berada dimana zaman itu  yang pasti masih dalam awang-awang.
             Sejumlah penelitian telah dilakukan akan kandungan dari sayur kol ini serta apa manfaatnya bagi tubuh. Ditemukan sebuah komponen sulfoafthane dan indoles  yang memiliki fungsi menstabilkan dan membuang subtansi dari bibit-bibit sel kanker.  Dalam sebuah jurnal cancer yang telah dipublikasikan bahwa wanita yang sering menkonsumsi sayur kol sangat rendah memiliki resiko sel kanker payudara. Penelitian yang dilakukan terhadap 377 wanita shanghai (paling banyak mengkonsumsi kol), resiko terkena kanker payudara lebih rendah 45 % dibandingkan yang jarang mengkonsumsi. Saat sayur kol masuk kedalam tubuh  maka terjadi reaksi untuk menghasilkan enzym phase II yang bisa menghilangkan carsinogen
            Selain membunuh sel kanker, kol juga memiliki khasiat dalam mempercepat penyembuhan luka, dalam  sebuah penelitian yang dilakukan. Meminum 1 liter jus kol setiap hari selama sepuluh hari dapat mengobati luka.  Itu semua karena kandungan  zat besi, folat, protein, vitamin yang terdapat pada kol cukup tinggi. Jadi kompenen  pembentukan sel yang baru akan mudah dilakukan untuk mengganti sel yang rusak karena zat gizi tercukupi. Maka jangan sungkan untuk memasukan menu sayur kol dalam sajian makanan kita.
            Tapi bagi anda yang memiliki ganguan penyakit pada kelenjar thryoid sebaiknya mengkonsumsi kol dikurangi karena mengandung goitrigen yang dapat mengandung kerja kelenjar thyroid. 

sumber
Prof.Franky. S.M.2006. Rahasia hidup sehat . Asosiasi Pengobatan Tradisional Indonesia

Tiada ulasan: